Kalau kimia itu game, mol adalah “mata uang”nya.
Bukan karena mol itu keren, tapi karena atom dan molekul itu terlalu kecil buat dihitung satu-satu. Jadi kita butuh cara “ngitung massal” yang rapi.
Mol itu sebenarnya simpel:
1 mol = 6,022 × 10²³ partikel (atom/molekul/ion)
Angka itu namanya Bilangan Avogadro. Anggap saja “1 lusin versi brutal”.
Kalau 1 lusin = 12, maka 1 mol = 6,022 × 10²³.
Kenapa mol itu wajib ada?
Coba bayangin kamu disuruh beli gula sebanyak 3.000.000.000.000.000 butir.
Nggak mungkin dihitung satu-satu, kan? Makanya gula dijual pakai massa (gram/kg).
Nah di kimia, “butir gula” = atom/molekul. Karena super kecil, kita pakai mol supaya bisa:
- nyambungin jumlah partikel ↔ massa ↔ volume gas
- bikin reaksi kimia jadi “hitungan belanja” (stoikiometri)
Tiga wajah mol (yang sering ketuker)
Mol itu selalu muncul dalam 3 “jalur”:
1) Mol dari massa (padat/cair/umum)
Rumus sakti:= x
- = massa (gram)
- = mol
- = massa molar (g/mol)
Contoh cepat:
Berapa mol NaCl kalau massanya 58,5 g?
NaCl = 23 + 35,5 = 58,5n=58,5/58,5=1 mol
Keren? iya. Tapi ini kebetulan angka manis 😄
2) Mol dari jumlah partikel (atom/molekul/ion)
n= x
- = jumlah partikel
- = 6,022 × 10²³
Shortcut Gen-Z:
Kalau nemu angka “×10²³” di soal, itu biasanya pintu masuk ke Avogadro.
3) Mol dari volume gas (khusus gas)
Ini yang sering bikin “kok bisa gas pake liter?”
Kalau kondisi STP (0°C, 1 atm), berlaku:1 mol gas=22,4 L
Jadi:n=22,4 x V
Catatan devil’s advocate: Banyak soal sekarang pakai “RTP” atau kondisi lain (misal 25°C). Kalau bukan STP, jangan maksa 22,4. Biasanya harus pakai PV = nRT.
Biar jelas, yuks masuk ke part 2: “Konsep Mol: ‘Satuan Rahasia’ yang Bikin Kimia Jadi Masuk Akal (part 2)”

Tinggalkan komentar